Macam Macam Tali Tambat

Tali tambat
Tali Tambat
Tali tambat adalah tali yang digunakan untuk menambatkan kapal di dermaga atau yang digunakan untuk menarik kapal oleh Tug boat (kapal tunda) atau oleh kapal lain.

Terdapat berbagai macam sistem tali tambat (mooring system) atau cara menambatkan kapal di dermaga, namun umumnya digunakan setidaknya tali tross dan tali spring. Tali tross adalah tali untuk menahan bagian depan dan belakang kapal, sementara tali spring digunakan untuk menahan bagian tengah kapal. Di antara tali tross dan tali spring biasanya terdapat tali breast agar kapal semakin mantap bersandar di dermaga. 

Berdasarkan bahannya tali tambat dibagi menjadi 3 macam, yaitu :

1. Tali yang terbuat dari serat tumbuh-tumbuhan (nabati)
  • Tali sisal berasal dari jenis pohon agava, umumnya digunakan sebagai pengganti tali manila. Sifatnya adalah tak tahan basah dan udara lembab, seratnya mengkilat dan kaku. 
  • Tali Hennep biasanya dikenal sebagai tali rami dengan sifat yang mudah menyerap air sehingga mudah lapuk. Untuk memperbesar daya tahan terhadap air biasanya diter sehingga menjadi kaku dan kekuatannya berkurang 25%. 
  • Tali sabut kelapa sifatnya memiliki daya renggang 50% lebih besar dari tali manila tetapi kekuatannya lebih kecil, tahan terhadap air, ringan akan tetap mengapung meskipun dalam keadaan basah. 
2. Tali yang terbuat dari serat sintetis

Banyak sekali serat sintetis yang digunakan untuk tali temali. Tetapi yang sering digunakan di kapal adalah tali nylon. Keuntungan dari tali nylon adalah :
  • Tidak rusak oleh air laut atau udara lembab 
  • Dapat disimpan dalam keadaan basah 
  • Daya serap air yang kecil 
  • Kekuatannya besar dan lima kali lebih besar dari tali manila 
  • Tidak terpengaruh oleh minyak tanah, bensin kecuali bahan-bahan mineral
Tali-tali dari bahan sintetis lainnya yang digunakan di kapal adalah Dacron, Polyethylene dan Polypropylene.

3. Tali kawat baja

Keuntungan dari tali kawat baja adalah tahan lama dan memiliki kekuatan yang dapat dihandalkan. Tali kawat cukup baik digunakan untuk mengikatkan kapal ke darat akan tetapi tali kawat memiliki elastisitas yang kecil hingga dapat putus bila di tarik tiba-tiba. Untuk meningkatkan fleksibilitas tali tersebut diberi inti dari serat yang mengandung minyak. Tali kawat baja dibuat dari pintalan kawat dan pintalan ini disebut strand. Strand-strand ini ada yang berinti dan tidak berinti. Lemudian beberapa strand dipintal menjadi tali. Tali kawat baja pada kapal umumnya digalvanis agar tidak korosi dan digunakan untuk tali bongkar muat dan tali tambat.

Macam-macam tipe konstruksi tali baja :
  • 6 x 7 dengan inti tali
  • 6 x 12 dengan inti tali dan inti strand
  • 6 x 19 dengan inti tali
  • 6 x 24 dengan inti tali dan inti strand
  • 6 x 30 dengan inti tali dan inti strand
  • 6 x 37 dengan inti tali
Angka 6 menunjukkan jumlah strand pada tali ; angka 7,12,19,24,30,37 adalah jumlah kawat baja untuk masing-masing strand. Kekuatan tali berdasarkan kerja aman (SWL) dimana SWL maksimum tali adalah kekuatan putus minimum dibagi faktor keamanan. Untuk tali ikat baja memiliki faktor keamanan 5 – 6 dan untuk tali serat 7 – 10.

0 Response to "Macam Macam Tali Tambat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel